Ringkas Cerita
Karin adalah gadis yatim piatu yang tidak cerdas. Selama ini dia tidak pernah mendapat nilai bagus dan selalu dimarahi bibinya. Namun Karin tetap semangat. Ia akan bersemangat kalau bersama kucingnya, Shi. Sayangnya, pada saat Karin akan lulus SMP, Shi mati. Karin benar-benar terpukul. Karin merasa sendirian di dunia ini. Saat Karin sedang terpuruk, Karin bertemu dengan Kazune cowok tampan tapi tidak ramah. Karena Kazume mengejek Karin, Karin memukulnya dan Karin benci setengah mati dengan Kazune. Sampai pada esok harinya ia bertemu gadis manis bernama Himeka. Pertemuan mereka tidak sengaja, karena waktu itu Karin menabrak Himeka. Lalu Karin membereskan barang Himeka yang jatuh karena merasa bersalah. Karena kagum dengan aksesoris Himeka dan banyak dan lucu, Karin memujinya. Himeka lalu mendandani Karin sehingga Karin jadi terlihat lebih modis. Pertemuannya dengan Himeka membuat Karin bertemu lagi dengan Kazune. Kazune sadar kalau Karin ternyata memiliki cincin yang sama dengannya. Karin rupanya jelmaan dari dewi Athena. Sedangkan Kazune sendiri jelmaan dari dewa Apollo. Tetapi, sebenarnya Karin dan Kazune ialah seorang sepasang suami istri di masa saat mereka menjadi dewa dan dewi.Sedangkan Himeka adalah anak mereka.Bagai nasib Karin selanjutnya?
Karakter
- Karin Hanazono Gadis manis tokoh utama cerita ini. Tipe gadis yang kesepian dan juga tidak cerdas dalam mata pelajaran apapun. Jelmaan dari dewi Athena. Namun ia sangat bersemangat dan sangat mengerti perasaan orang lain yang sedang kesusahan.
- Kazune Kujo Jelmaan dari dewa Appolo. Walau tampan tapi orangnya tidak ramah. Walaupun begitu, sebenarnya dia menyukai Karin. Populer di sekolah sampai-sampai ada fans clubnya bernama Kazunese. Kazune paling benci sama serangga.
- Himeka Kujo Himeka nasibnya sama seperti Karin dan Kazune yang kehilangan ayahnya sejak kecil. Himena akrab dengan Kazune sejak TK. Karena begitu akrab dengan Kazune,dia jadi menyukai Kazune. Walau lembut, Himeka suka sekali dengan serangga.
- Shi Kucing peliharaan Karin yang sudah mati. Tapi sekarang dirasuki oleh roh jelmaan dewa Nike yang selalu menyertai dewi Athena dan dewa Appolo berperang zaman dahulu.
- Michiru Nishikiori

0 comment's:
Posting Komentar